Friday, February 19, 2010

...

di bangku kerjaku,, aku terpaku menatap pigura itu..
ingatan pun melayang...

'Kenapa mbak? Ada apa sih di luar? Dari tadi mbak ngeliatin kesitu terus?' Papa bertanya sambil menepuk bahuku, membuyarkan lamunanku.. Aku hanya menoleh padanya sambil tersenyum, dan beliau pun menyadari, apa yg sejak tadi menyita perhatianku..
'Oooo,, kenapa liatin itu terus? Kepingin ya? Maaf ya mbak, Papa cuma bisa kayak gini..' Aku memeluknya dengan erat begitu kudengar kata maaf darinya.. Tak pantas kata itu keluar darinya untuk seorang anak seperti aku saja.. Aku tersenyum lagi sambil menggenggam erat tangannya, dan menggelengkan kepalaku sebagai isyarat, tak seharusnya beliau berkata begitu padaku.. Dan beliau mengelus kepalaku, kemudian meninggalkan ku kembali ke kamarnya..


Aku tahu aku telah membuat perasaannya tak nyaman, maka kususul beliau ke ruangan tempat beliau beristirahat.. Aku mencium tangannya sebagai permintaan maafku.. Dan Papa berkata 'Papa begitu ingin bisa menjadi orang tua yang dibanggakan oleh anak2nya,, tapi kenyataannya baru sebatas ini yang Papa bisa.. Oleh karenanya Papa justru berharap, anak2 Papa lah yang bisa Papa banggakan kelak,, ketika dunia menatap pada ketiadaan Papa..' ..

Papa,, aku cuma pengen Papa tahu..
Meski Papa bukan seseorang dengan pangkat atau jabatan tertentu,, Papa harus tahu aku bangga sama Papa..
Papa yang bisa bikin aku jadi seperti aku yg sekarang ini, pastinya luar biasa..
Papa yang bisa bertahan dan mencapai titik hidup yang saat ini, itu juga luar biasa..
Papa yang tadinya tak bisa hanya sendiri, dan ternyata harus bisa sendiri,, dan ternyata benar Papa bisa..
aku bangga jadi anak Papa..

Dan sekarang, inilah aku, putrimu..
Sudahkah aku menjadi yang Papa banggakan?
Sudahkah aku berhasil membuat Papa menatap dunia dengan lebih lega?
Sudahkah aku menghilangkan keraguanmu dan rasa khawatirmu?

Mungkin perjalanan itu masih panjang Pa..
tapi aku janji gak akan diam saja dan puas hanya sampai disini..
Lihat aku, yang akan terus berusaha,,
membuat namamu disebut saat satu-persatu bintang lagi kelak kuraih,,
Banggalah menjadi Papaku, seperti aku bangga menjadi Shintamu..



love you Pa..

No comments: