sungguh, aku baru benar-benar tahu ini rasanya..
pahit, pedih, tidak punya tempat untuk tersenyum..
beratnya, di saat-saat seperti ini aku sulit untuk bersyukur..
astaghfirullah, aku telah kufur.. .. ..
Allah,,
sepanjang hidup bersama Mu, aku memaknai doa-doa ku sebagai sebuah cita-cita,
bahwa tak ada yang tak mungkin bagi Mu..
dan benarlah semua ku tempuh perlahan-lahan,
satu demi satu..
kini,,
saat sebenarnya mimpi-mimpi itu bisa kupetik,
aku seolah terbatasi masalah duniawi,
sebuah cobaan, yang rasanya datangnya bukan dari Mu..
tapi dari manusia-manusia yang terlalu peduli akan dunia..
aku mencari pertolongan Mu.. ..
aku bukan tidak bersyukur,
bila aku masih ingin yang lebih dari ini,
aku hanya ingin menjadi hamba yang Kau cinta,
yang tak kenal putus asa..
yang tak diam saja tanpa berusaha..
yang mengerti bahwa usia yang Kau beri ini adalah jalan menuju surga..
cita-cita ku adalah doa..
aku terbelenggu rantai-rantai yang sebenarnya bisa dengan mudah Kau tebas..
mengapa sulit bagiku mengatakan TIDAK untuk sesuatu yang bukan perintah Mu..
seperti berada di persimpangan yang berkabut,,
aku sungguh taktu tersesat lebih jauh..
bawa aku pulang ya Rabb..
ke dunia, dimana mimpi indah itu jadi nyata..
membuat Mu ikut tersenyum bangga..
karena sesungguhnya,
teramat dalam cinta dan pengharapan kami kepada Mu..
kamilah,
calon orang tua
yang kelak akan melahirkan prajurit-prajurit
yang teguh pada agama.. amiiinnn..